Selasa, 13 September 2011

Resensi Film Shallow Hal

Film buatan tahun 2001 ini bercerita tentang romantika percintaan dan persepsi kepada orang lain. Cerita dimulai ketika, Hal Larson (Jack Black), pria paruh baya yang bekerja sebagai pegawai dan teman akrabnya, Mauricio (Jason Alexander), keduanya memiliki ketertarikan pada wanita-wanita cantik, dan mencoba untuk terlihat “cool” ketika berada di sekitar wanita cantik. Hingga suatu malam ketika mereka berdua berada di klub malam, meraka mencoba mencari wanita. Merekapun turun ke lantai dansa, dan berbaur dengan para wanita. Mereka bergoyang dengan liarnya, sehingga kebanyakan wanita menafsirkan gerakan tarian liar mereka sangat menjengkelkan dan wanita-wanita pun berusaha tidak peduli dengan mereka.

Di tempat kerja, rekan kerja Hal pun menuduhnya berpikiran pendek dan dangkal serta tidak peduli pada yang lainnya selain penampilan fisik wanita. Hal ingin melihat perempuan dari kecantikan hati atau inner beauty mereka, tetapi kebiasaan menilai wanita dari keindahan fisik yang menghalangi Hal. Suatu hari ketika Hal berangkat kerja, dengan tak terduga, Hal bertemu dengan ahli kejiwaan terkenal Tony Robbins, dan mereka berdua pun terjebak di lift, sembari menunggu pertolongan mereka berbicara tentang diri mereka masing-masing. Robbins memahami situasi Hal, yang kemudian menghipnotis Hal menjadi orang yang melihat seseorang dari sifat dan batin (inner beauty), bukan dari fisiknya. Hingga suatu hari Hal bertemu dengan Rosemary (Gwyneth Paltrow) dan jatuh cinta pada pandangan pertama.Rosemary adalah seorang wanita yang terlihat ramping dan indah karena dia baik hati, murah hati, namun, dalam kenyataannya, Rosemary adalah seorang yang gemuk dan tidak sehat.

Teman Hal, Mauricio khawatir akan selera baru Hal pada perempuan, terutama ketika Maurico menemukan Hal berdansa dengan seorang wanita gemuk, Maurico pun berpikir Hal sudah gila. Mauricio menuduh Robbins melakukan apa yang baginya adalah menipu dan salah, dan ia mencoba menemui Robbins. Suatu malam, Mauricio menemui Robbins dan mengatakan kalimat, "Hal ingin seorang gadis", untuk memecahkan hipnotis yang melanda Hal. Setelah Hal sadar akan pandangannya yang telah menyesatkan dirinya, dengan dibantu Mauricio, Hal mulai menghindari Rosemary. Masih bingung dengan keadaan dirinya, Hal memutuskan untuk mulai kembali mengenal tetangganya, Jill, dan mereka pun berkencan. Jill memang menyukai Hal dari dulu, tapi tidak pernah ditanggapi oleh Hal, karena Hal sudah mengetahui keburukan Jill. Rosemary curiga mengapa Hal meninggalkannya, dan ia pun pergi ke restoran yang sama di mana Hal dan Jill berada.

Sehari setelah ia bertemu dengan seorang gadis cantik di sebuah rumah sakit di mana Rosemary bekerja yang sebelumnya, karena pengaruh hipnotis Robbins, Hal melihat gadis kecil itu sebagai seorang gadis kecil tampak sempurna, setelah pengaruh hipnotisnya hilang, kini melihat gadis itu sebagai seorang gadis kecil yang cantik dengan tanda terbakar parah di wajahnya. Pengalaman ini menjelaskan bahwa Hal tidak membutuhkan hipnotis untuk melihat orang-orang yang benar-benar memiliki kecantikan hati (inner beauty). Sementara itu, Rosemary memutuskan untuk meninggalkan negaranya untuk kembali bergabung dengan Peace Corps. Selama mencari Rosemary untuk mengatakan yang sebenarnya, ia mengetahui bahwa Mauricio sendiri memiliki alasan sendiri untuk menghentikan hipnosis yang melanda Hal. Mauricio memiliki sisa ekor yang telah mencegahnya semakin dekat dengan seorang wanita, dan Mauricio cemburu bahwa temannya telah bertemu dengan seseorang yang membuat ia merasa bahagia. Akhirnya Hal membuat kesepakatan dengan Mauricio, untuk menemui Rosemary dan mengungkapkan perasaan dan cinta sejati untuk Rosemary dan memutuskan untuk berbicara dengannya lagi. Hal pun pergi ke rumah Rosemary, dimana di rumah Rosemary sedang ada acara keluarga. Akhirnya, Hal pun menemukan Rosemary dan mengungkapkan perasaannya. Tak diduga, Rosemary pun menerima kembali cinta dari Hal dan mereka bersatu kembali.

Film ini memiliki makna pembelajaran bahwa untuk mencintai dan menyukai seseorang bukan dari fisiknya saja, tetapi juga lihatlah kecantikan hati dan perasaannya. Selain itu, jangan terlalu sombong atau membanggakan diri, bahwa setiap orang pasti akan menyukai kita, karena belum tentu orang lain suka dengan kita. Dan untuk mendapatkan cinta yang kita inginkan, kita harus berusaha dan bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya, walaupun terkadang banyak rintangannya.

Senin, 12 September 2011

Komponen-komponen dalam Kamera DSLR

  1. DSLR adalah digital single lens reflex, maksudnya ialah sebuah kamera dengan sistem digital (menggunakan prosessor, chip, memory, dan kecanggihan teknologi dalam menangkap gambar) yang memakai satu buah lensa yang terpasang di body kamera tersebut. reflex mirror didalam kamera akan naik ke atas disaat kamu menekan tombol shutter dan di saat itu sensor gambar di dalam kamera akan merekam suatu gambar.
  2. Eyepiece (dudukan mata) = dudukan untuk mata kita disaat melihat ke viewfinder.
  3. Viewfinder (jendela bidik) = viewfinder menggunakan metode pentaprisma (bentuk segilima) yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan sensor image. cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh mirror (kaca cermin pantul) dan mengenai pentaprisma. pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai viewfinder (jendela bidik). saat tombol shutter dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai sensor image.
  4. Image sensor (sensor penangkapan gambar) = sebuah sensor yang digunakan untuk mengolah dan menangkap suatu gambar yang terdapat di dalam sebuah kamera. ukuran sensor ada bermacam-macam, yaitu APS-C berukuran 15x23mm, APS-H berukuran 19x29mm, dan FULL-FRAME 24x36mm (sama dengan besar ukuran film).
  5. Flash (cahaya seperti blits) = flash biasanya digunakan untuk menolong kita dalam mengambil foto dalam keadaan gelap.
  6. Hotshoe (dudukan eksternal flash) = sebuah dudukan untuk eksternal flash yang biasanya berada di tengah atas body kamera.
  7. Lens (lensa) = sebuah lensa yang tertanam di mount body kamera (lensa bisa dilepas dr body dan diganti) yang berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu ditangkap oleh image sensor. di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus. karakter lensa itu ada 5, wide (melebar), macro (memperbesar),tele (zoom), tilt & shift dan fish eye. dan jenis lensa ada 2 fix (tidak bisa dirubah seperti, 50mm) dan zoom (ada rangenya seperti, 17-85mm). lensa juga mempunya fitur is (image stabilizer) untuk meredam getaran dari tangan dan usm (ultrasonic motor) untuk mempercepat dan sunyi dalam pencarian focusing. *is usm kode di jenis kamera dlsr canon. fitur tersebut di lensa kamera dslr lainnya juga ada, tapi kode nama yang lain tetapi dengan fungsi yang sama.
  8. Lenshood = sebuah tambahan pada lensa untuk mengurangi cahaya yang berlebih, dampak flare dan pelindung bagian depan permukaan lensa, dan juga sebagai penambah tampilan lensa agar terlihat lebih sangar. *ingat : pemakaian hood yang tidak sesuai dengan seri lensanya akan menimbulkan vignetting (vignetting = flek hitam pada sisi-sisi ujung hasil gambar).
  9. LCD monitor (layar LCD) = untuk melihat hasil gambar dan memantau mode yang kita pakai untuk mengambil gambar.
  10. Titik focus = jika kamu melihat ke dalam viewfinder, maka kamu akan melihat sebuah titik-titik kecil yang tersebar (banyaknya titik tergantung jenis dan model kamera) dimana titik focus itu untuk membantu kamu mencari focus gambar yang mau diambil.